Kamis, 22 Maret 2012

Tomcat Tak Menggigit, Sentil Saja kalau Hinggap

KOMPAS.com — Ahli alergi dan imunologi dari Departemen Ilmu Kesehatan Anak pada Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) Surabaya, Dr dr Anang Endaryanto SpA(K), menyarankan cara mudah menghadapi tomcat.
Tak perlu khawatir dengan serangan tomcat. Sebab, pada dasarnya serangga tersebut tidak menyerang manusia secara langsung.

"Tomcat itu tidak menggigit, tapi hanya menempel. Karena itu, kalau dia hinggap cukup disentil saja, lalu bekas hinggapnya dibersihkan. Yang penting, jangan dipukul atau dipencet, karena cairan yang dikeluarkan bisa bersifat hypersensitive," katanya di Surabaya, Rabu (21/3/2012).

Cairan hypersensitive yang dikeluarkan tomcat itu dapat menimbulkan reaksi yang merugikan pada manusia karena mengakibatkan alergi, nyeri, kemerahan, gatal, dan bahkan hingga menyebabkan penderitanya mengalami radang akibat iritasi dan demam.

Ia menegaskan bahwa cairan yang dikeluarkan tomcat itu bersifat asam. Karena itu, dapat dinetralkan dengan zat yang bersifat basa, seperti sabun mandi.
"Tapi, cara yang paling baik adalah disentil, lalu bekas hinggap dari tomcat itu dibersihkan dengan sabun," katanya.
Sementara itu, Direktur RSUD dr Soetomo Surabaya dr Dodo Anondo MPh menyatakan, Kepala Dinas Kesehatan Jatim dr Budi Rahayu sudah membentuk tim khusus untuk penanganan serangan tomcat itu.
"Masyarakat tidak perlu resah karena serangan serangga tomcat itu sudah rutin setiap tahun," katanya.

Menurut mantan Direktur RSUD Madiun itu, tomcat menjadi terkenal saat ini akibat alat komunikasi yang sekarang cukup canggih. Selama ini, serangga tersebut hidup di sawah-sawah dan daerah yang lembab membantu petani untuk memakan hama wereng cokelat.
Namun, pada musim tertentu populasi bertambah sehingga menjangkau permukiman manusia.

Korban tomcat pun mencapai lebih dari 100 orang di Surabaya dan dilaporkan di 13 kecamatan. Ke-13 puskesmas di Surabaya yang merawat pasien tomcat yaitu Puskesmas Keputih, Kenjeran, Mulyorejo, Pakis, Medokan Ayu, Pacar Keling, Sidotopo, Rangkah, Sawahan, Wiyung, Kebonsari, Sememi (Benowo), dan Putat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar