Rabu, 21 Maret 2012

SEMANGAT – SEMANGAT – SEMANGAT.


 

Langit dengan lembayung yang memancarkan sinar merah keungu-unguan diselimuti dengan lembutnya embun subuh serta diiringi kicau merdu murai batu dan kepodang mengantarkan sejuknya sumilir angin timur yang membawa wewangian khas cendana di kaki gunung merapi.

Karunia Illahi dipagi hari itu disambut dengan langkah-langkah kaki yang telah pecah telapaknya, berkerut kulit halusnya,  dan hilang keindahan betis bak bunting padi, para wanita-wanita tangguh yang dengan keiklasan, ketekunan, kekuatan jiwa dan  semangat untuk mempertahankan hidup dengan menggali dan memikul butir-butir pasir gunung untuk dijual kiloan kepada kulak-kulak yang dating dari kota.

Resiko awan panas, reruntuhan  lava dingin  yang membeku dan teriknya matahari yang membakar setiap kulit-kulit lembut itu tidak pernah dan tidaka akan pernah mereka keluhkan.

Api yang membara di dadanya senantiasa berkobar untuk terus melakukan itu hari demi hari, minggu demi minggu, berbulan bahkan bertahun-tahun hanya untuk satu cita-cita yaitu mempertahankan hidup.

Hanya satu kata yang membuat mereka bertahan menghadapi kehidupan keras itu : SEMANGAT

Lalu bagaimana kita, yang senantiasa bangun pagi diiringi music dan aroma kopi susu yang hangat, olesan selai keju di atas roti yang manis, serta berangkat sekolah dengan wewangian parfum dari merk terkenal serta diantar dengan mobil ber AC menuju sekolah ? Masih adakah sebongkah semangat untuk berjuang meniiti hidup yang lebih baik lagi dari saat ini ? (Eyang – P. Yon – 01032012) (Eyang – P. Yon – 02032012)  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar