Kamis, 22 Maret 2012

Tomcat Tak Menggigit, Sentil Saja kalau Hinggap

KOMPAS.com — Ahli alergi dan imunologi dari Departemen Ilmu Kesehatan Anak pada Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) Surabaya, Dr dr Anang Endaryanto SpA(K), menyarankan cara mudah menghadapi tomcat.
Tak perlu khawatir dengan serangan tomcat. Sebab, pada dasarnya serangga tersebut tidak menyerang manusia secara langsung.

"Tomcat itu tidak menggigit, tapi hanya menempel. Karena itu, kalau dia hinggap cukup disentil saja, lalu bekas hinggapnya dibersihkan. Yang penting, jangan dipukul atau dipencet, karena cairan yang dikeluarkan bisa bersifat hypersensitive," katanya di Surabaya, Rabu (21/3/2012).

Cairan hypersensitive yang dikeluarkan tomcat itu dapat menimbulkan reaksi yang merugikan pada manusia karena mengakibatkan alergi, nyeri, kemerahan, gatal, dan bahkan hingga menyebabkan penderitanya mengalami radang akibat iritasi dan demam.

Ia menegaskan bahwa cairan yang dikeluarkan tomcat itu bersifat asam. Karena itu, dapat dinetralkan dengan zat yang bersifat basa, seperti sabun mandi.
"Tapi, cara yang paling baik adalah disentil, lalu bekas hinggap dari tomcat itu dibersihkan dengan sabun," katanya.
Sementara itu, Direktur RSUD dr Soetomo Surabaya dr Dodo Anondo MPh menyatakan, Kepala Dinas Kesehatan Jatim dr Budi Rahayu sudah membentuk tim khusus untuk penanganan serangan tomcat itu.
"Masyarakat tidak perlu resah karena serangan serangga tomcat itu sudah rutin setiap tahun," katanya.

Menurut mantan Direktur RSUD Madiun itu, tomcat menjadi terkenal saat ini akibat alat komunikasi yang sekarang cukup canggih. Selama ini, serangga tersebut hidup di sawah-sawah dan daerah yang lembab membantu petani untuk memakan hama wereng cokelat.
Namun, pada musim tertentu populasi bertambah sehingga menjangkau permukiman manusia.

Korban tomcat pun mencapai lebih dari 100 orang di Surabaya dan dilaporkan di 13 kecamatan. Ke-13 puskesmas di Surabaya yang merawat pasien tomcat yaitu Puskesmas Keputih, Kenjeran, Mulyorejo, Pakis, Medokan Ayu, Pacar Keling, Sidotopo, Rangkah, Sawahan, Wiyung, Kebonsari, Sememi (Benowo), dan Putat.

Rabu, 21 Maret 2012

SEMANGAT – SEMANGAT – SEMANGAT.


 

Langit dengan lembayung yang memancarkan sinar merah keungu-unguan diselimuti dengan lembutnya embun subuh serta diiringi kicau merdu murai batu dan kepodang mengantarkan sejuknya sumilir angin timur yang membawa wewangian khas cendana di kaki gunung merapi.

Karunia Illahi dipagi hari itu disambut dengan langkah-langkah kaki yang telah pecah telapaknya, berkerut kulit halusnya,  dan hilang keindahan betis bak bunting padi, para wanita-wanita tangguh yang dengan keiklasan, ketekunan, kekuatan jiwa dan  semangat untuk mempertahankan hidup dengan menggali dan memikul butir-butir pasir gunung untuk dijual kiloan kepada kulak-kulak yang dating dari kota.

Resiko awan panas, reruntuhan  lava dingin  yang membeku dan teriknya matahari yang membakar setiap kulit-kulit lembut itu tidak pernah dan tidaka akan pernah mereka keluhkan.

Api yang membara di dadanya senantiasa berkobar untuk terus melakukan itu hari demi hari, minggu demi minggu, berbulan bahkan bertahun-tahun hanya untuk satu cita-cita yaitu mempertahankan hidup.

Hanya satu kata yang membuat mereka bertahan menghadapi kehidupan keras itu : SEMANGAT

Lalu bagaimana kita, yang senantiasa bangun pagi diiringi music dan aroma kopi susu yang hangat, olesan selai keju di atas roti yang manis, serta berangkat sekolah dengan wewangian parfum dari merk terkenal serta diantar dengan mobil ber AC menuju sekolah ? Masih adakah sebongkah semangat untuk berjuang meniiti hidup yang lebih baik lagi dari saat ini ? (Eyang – P. Yon – 01032012) (Eyang – P. Yon – 02032012)  

PUSAT INFORMASI DAN KONSELING REMAJA (PIK REMAJA)


Pada tahun 2007 jumlah remaja umur 10 – 24 tahun sangat besar terdapat sekitar 64 juta atau 28, 6 % dari jumlah penduduk Indonesia sebanyak 222 juta (Proyeksi Penduduk Indonesia tahun 2000-2005, BPS, Bappenas, UNFPA, 2005 ). Disamping jumlahnya yang besar, remaja juga mempunyai permasalahan yang sangat kompleks seiring dengan masa transisi yang dialamai remaja.
Masalah menonjol yang dikalangan remaja misalnya masalah seksualitas (kehamilan tak diinginkan dan aborsi), terinfeksi Penyakit menular Seksual (PMS), HIV dan AIDS, penyalahgunaan Napza dan sebagainya.

PIK Remaja adalah salah satu wadah kegiatan program PKBR ( Penyiapan kehidupan Berkeluarga Bagi Remaja) yang dikelola oleh,dari dan untuk remaja guna memberikan pelayanan informasi dan konseling kesehatan reproduksi serta penyiapan kehidupan berkeluarga. 
Masa remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak ke masa dewasa. Kehidupan remaja merupakan kehidupan yang sangat menentukan bagi kehidupan masa depan mereka selanjutnya. Masa remaja seperti ini oleh Bank Dunia disebut sebagai masa transisi kehidupan remaja. 

Transisi kehidupan remaja oleh Bank dunia dibagi menjadi 5 hal ( Youth Five Life Transitions). Transisi kehidupan yang dimaksud menurut Progress Report World Bank adalah :

1.      Melanjutkan sekolah (continue learning)
2.      Mencari pekerjaan ( start working)
3.      Memulai kehidupan berkeluarga ( form families)
4.      Menjadi anggota masyarakat (exercise citizenship)
5.      Mempraktekan hidup sehat ( practice healthy life).

Program PKBR (Penyiapan Kehidupan Berkeluarga Bagi Remaja) yang dilaksanakan berkaitan dengan bidang kehidupan yang kelima dari transisi kehidupan remaja dimaksud,  yakni mempraktekan hidup secara sehat (practice healthy life).  Empat bidang kehidupan lainnya yang akan dimasuki oleh remaja sangat ditentukan oleh berhasil tidaknya remaja mempraktekan kehidupan yang sehat. Dengan kata lain apabila remaja gagal berprilaku sehat, kemungkunan besar remaja yang bersangkutan akan gagal pada empat bidang kehidupan yang lain.

Dari darta-data yang berkaitan dengan gambaran prilaku sehat remaja, khususnya yang berhubungan dengan resiko TRIAD KRR  (Seksualitas, NAPZA, HIV dan AIDS), tampaknya sebagaian remaja Indonesia berprilaku tidak sehat. Prilsaku tidak sehat tersebut seperti terlihat pada data berikut ini.

Seksualitas.

·      Seks Pra Nkah
Berdasarkan Survey Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia (SKRRI 2002-2003) didapatkan bahwa remaja mengatakan mempunyai teman yang pernah berhubungan seksual pada usia 14-19 tahun (perempuan 34,7%, laki-laki 30,9%), sedangkan usia 20-24 tahun (perempuan 48,6 %, laki-laki 46,5 %). Dari penelitian yang dilakukan oleh Wimpie Pangkahila tahun 1996 terhadap  633 pelajar di Bali, didapatkan bahwa 27 %  remaja laki-laki dan 18 % remaja perempuan mempunyai pengalaman hubungan seks pranikah. Sedangkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Situmorang tahun 2001 didapatkan 27 % remaja laki-laki dan 9 % remeja perempuan di Medan mengatakan sudah melakukan hubungan seks.

Hasil penelitian DKT Indonesia 2005, menunjukan prilaku seksual remaja di 4 kota Jabotabek, Bandung, Surabaya dan Medan berdasarkan norma yang dianut, 89% remaja tidak setuju adanya seks pra nikah,  namun kenyataannya 82 %  remaja punya teman untuk melakukan seks pra nikah, 66% remaja punya teman seks dan hamil sebelum menikah. Remaja secara terbuka menyatakan melakukan seks pra nikah di Jabotabek 51 %, Bandung 54 %, Surabaya 47 %  dan Medan 52 %.
Dari data PKBI tahun 2006 didapatkan bahwa kisaran umur pertama kali melakukan hubungan seks pada umur 13-18 tahun, 60 % tidak menggunakan alokon, 85 % dilakukan di rumah sendiri.

Menurut survey Komnas Perlindungan Anak di 33 Provinsi, Januari – Juni 2008 menyimpulkan :
1.    97 % remaja SMP dan SMA pernah menonton film porno.
2.   93,7%  remaja SMP dan SMA  pernah ciuman, genital simulation (meraba alat kelamin dan oral sex (sex melalui mulut)
3.   62,7 % remaja SMP tidak perawan.
4.   21,2 % remaja mengaku pernah aborsi.

Faktor yang paling mempengaruhi remaja untuk melakukan hubungan seksual (3  X lebih besar) adalah :
1.   Teman sebaya, yaitu mempunyai pacar.
2.    Mempunyai teman yang setuju dengan hubungan seks pra nikah
3.   Mempunyai teman yang mempengaruhi atau mendorong untuk melakukan seks pr nikah ( Analisa Lanjut SKRRI 3003)

Prilaku seks pra nikah remaja cenderung terus menimngkat seperti diuraikan diatas, sehingga kehamilan yang tidak diinginkan (KTD) juga terjadi pada kelompok remaja. Disamping itu jumlah kelompok remaja  di Indonesia yang saat ini sudah menginginkan suatu pelayanan KB tersedia bagi kelompok mereka, ternyata datanya sanfat mencengangkan. 

Data SKRRI 2007 menunjukkan 90 % remaja perempuan dan 85 % remaja laki-laki menginginkan pelayanan KB diberikan kepada mereka. Angka ini jauh lebih besar jika dibandingkan  hasil SKRRI  2002 yang hanya 52 %  remaja perempuan dan 41 % remaja laki-laki masing –masing meminta untuk dapat diberikan pelayanan kontrasepsi.
Jika 90 % remaja perempuan dan 85% remaja laki-laki yang saat ini sudah menginginkan pelayanan alat kontrasepsi dikaitkan dengan jumlah remaja umur 15-24 tahun yang jumlahnya sekitar 42 juta jiwa, berarti sekita 37 juta jiwa remaja yang membutuhkan pelauyanan alat kontrasepsi tidak terpenuhi atau ummet need berKB untuk kelompok remaja.

Ummet need ber KB untuk kelompok remaja akan tetap menjadi ummet need, karena defiinisi Keluarga Berencana menurut Undang-Undang No. 10 tahun 1992 tentang Perkembnangan Kependudukan dan Pengembnagnan Keluarga Sejahtera adalah untuk “Pasangan Suami Istri sesuai dengan pilihannya” Dengan demikian pemberian pelayanan kontrasepsi kepada remaja bertentangan dengan Undang-Undang.
·      
       Aborsi

Berdasarkan dan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI, Rakyat Merdeka tahun 2006) yang merujuk pada data Terry Hull dkk (1933) dan Utomo dkk tahun 2001, didapatkan bahwa 2,5 juta pernah melakukan aborsi per tahun, 27% ( sekitar 700 ribu) dilakukan oleh remaja, dan sebagian besar dilakukan dengan cara tidak aman. Sekitar 30-35 % aborsi adalah penyumbang kematian ibu (307/100 ribu kelahiran) dan tercatat bahwa Angka Kematian Ibu (Mother Mortality Rate) di Indonesia adalah 10 kali lebih besar dari Singapura.

·      Narkoba

Berdasarkan data BNN 2004, menunjukkan bahwa 1,5 % dari jumlah penduduk Indonesia (3,2 juta jiwa) adalah pengguna narkoba. Dari jumlah tersebut, 78 % dianataranya adalah remaja usia 20-29 tahun.

·      HIV dan AIDS (Depkes 2009)

Secara komulatif jumlah kasus AIDS sampai dengab Sepetember 2009  sebesar 18.442 kasus. Berdasarkan cara penularannya secara komulatif dilaporkan antara lain melalui heteroseksual 49.7 %, IDU 40,& %, homoseksual 3,4 %, perinatal 2,5 % , transfuse darah 0,1 % dan tidak dikatahui 3,7 %. Menurut 4 golongan usia tertinggi adalag usia 20 – 29 tahun sebanyak 49,6 %,  usia 30-39 tahun 29,8 %, usia 40-49 tahun 8,7 %, usia 15-19 tahun 3,0%. Perbandingan persentase kasus AIDS antara laki-laki dan perempuan adalah 74,5 % : 25,5 % atau 3 : 1.

Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa masalah remaja  Indonesia adalah :
1.      60 % remaja mengaku telah melakukan atau mempraktekkan seks pra nikah.
2.      70 % dari  pengguna Narkoba adalah remaja.
3.      50 % dari pengidap AIDS adalah kelompok umur remaja.

Jadi sejumlah itulah remaja Indonesia yang terganggu kesempatannya untuk melanjutkan sekolah, memasukki dunia kerja, memulai keluarga dan menjadi anggota masyarakat secara baik. Sejumlah itu pula remaja yang tidak siap untuk melanjutkan tugas dan peran sebagai generasi penerus bangsa.
Untuk merespon permasalahan remaja tersebut, Pemerintah (cq BKKBN) telah melaksanakan dan mengembangkan program PKBR yang diarahkan untuk mewujudkan Tegar Remaja dalam rangka Tegar Keluarga untuk mewujudkan Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera.

 Ciri-ciri Tegar Remaja adalah :
 
1.      Remaja yang menunda pernikahan
2.      Remaja yang berprilaku sehat
3.      Terhindar dari dari resiko TRIAD KRR ( Seksualitas, Napza, HIV dan AIDS)
4.      Bercita-cita mewujudkan Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera
5.      Remaja yang dapat menjadi contoh/model
6.      Remaja yang menjadi idola dan sumber informasi bagi teman sebayanya.

Upaya untuk mewujudkan remaja Indonesia melalui program PKBR sesuai deng Bank Report, 2007)an konsep Tegar Remaja tersebut akan diupayakan melalui strategi  Tegar Remaja. Strategi Tegar Remaja merujuk pada lessons learned dari evaluasi prpgram ARH tahun 1990-2000, School af Pulic Health, University of Michigan USA 2005 dan evaluasi program di Asia, Afrika dan Amerika Latin (World Bank report 2007)

Strategi Tegar Remaja adalah program PKBR yang dilaksanakan melalui pengembangan factor-faktor pendukung (promotive factor) program PKBR dan remaja, dalam konteks dan situasi faktor resiko TRISD KRR. Program PKBR apabila tidak dilaksanakan dengan pengembangan factor pendukug tersebut akan mengakibatkan meningkatnya jumlah remaja yang bermasalah. Dengan meningkatnya jumlah remaja yang bermasalah,  akan mengganggu pencapaian tugas-tugas perkembangan remaja. 

Tugas-tugas pertumbuhan  dan perkembangan remaja tersebut adalah sebagai berikut :

1.  Tugas-tugas pertumbuhan dan perkembangan remaja secara individual, yaitu pertumbuhan fiisik, perkembangan mental, emosional dan pspiritual.
2.  Tugas-tugas pertumbuhan dan perkembangan remaja secara sosia, yaitu melanjutkan sekolah, mencari pekerjaan, memulai kehidupan berkeluarga, menjadi anggota masyarakat yang normal dan mempreraktekan hidup sehat, seperti yang telah diuraiakan sebelumnya.

Akan tetapi apabila program PKBR didukung oleh ketiga factor pendukung, yaitu :

1. Peningkatan assets/capabilities remaja atau pengembangan segala sesuatu yang positif seperti terdapat pada diri remaja (pengetahuan, sikap, prilaku, hobi, minat dan sebagainya).
2. Pengembangan resources/opportunities, yaitu jaringan dan dukungan  yang diberikan kepada remaja dan program PKBR oleh semua stakeholders terkait ( orang tua, teman, sekolah, organisasi remaja, pemerintah, media massa dan sebagainya).
3.   Pemberian pelayanan ke sua (second chance) kepada remaja yang menjadi korban TRIAD KRR, agar bisa sembuh dan kembali hidup normal, maka pelaksanaan Program PKBR  akan nebghasilkan Tegar Remaja (TR) seperti yang dijelaskan sebelumnya.

Salah satu kegiatan program PKBR yang mengembangkan ketiga strategi tersebut diatas, adalah kegiatan yang dilaksanakan 

UNTUKKU, UNTUK PARA AYAH DAN CALON AYAH... !


Statistik membuktikan bahwa orang-orang yang kehilangan kasih saying dari ayahnya, akan tumbuh dengan kelainan prilaku,  kecenderungan bunuh diri dan menjadi criminal yang kejam. Sekitar 70 % dari penghuni penjara dengan hukuman seumur hidup adalah  orang-orang yang bertumbuh tanpa ayah.

Untuk para Ayah….. !  Engkau dibutuhkan oleh anak-anakmu. Jangan habiskan seluruh energy dan pikiran di tempat kerja, sehingga waktu tiba di rumah para ayah hanya memberikan “sisa-sisa” energy dan duduk menonton TV  menikmati acara kegemarannya seperti pertandingan sepak bola atau acara-acara lainnya. 

Peluk anak-anakmu, dengarkan cerita mereka, ajarkan kebenaran dan moral. Engkau tidak akan menyesal karena anak-anakmu akan hidup sesuai jalan yang engkau ajarkan dan persiapkan.

Ayah yang sukses bukanlah pria yang kaya atau paling tinggi jabatannya di perusahaan atau lembaga tempat engkau bekerja, tetapi seorang pria yang anak kali-lakinya berkata : “Aku mau menjadi seperti ayahku nanti”  Atau anak perempuannya berkata : “Aku mau punya suami yang seperti ayahku”

Seorang ayah lebih berharga daripada 100 orang guru di sekolah,

Selasa, 20 Maret 2012

BILA ANDA INSOMNIA... ? COBALAH BEBERAPA TIPS INI

,Di Amerika Serikat, gangguan dan kelainan tidur sudah dianggap sebagai masalah serius. Bahkan, Departemen Kesehatan Masyarakat di sana memiliki pusat penelitian kelainan tidur yang disebut National Center on Sleep Disorders Research (NCSDR).
 Berikut beberapa tips bagi penderita insomnia yang dianjurkan oleh NCSDR :

* Cobalah untuk selalu tidur pada jam yang sama setiap malam dan bangun pada waktu yang sama setiap pagi. Ini akan membantu Anda menyetel bioritmik tubuh Anda. Usahakan untuk tidak tidur pada siang hari, karena ini membuat Anda kurang mengantuk pada malam hari.

* Makin mendekati waktu tidur, hindari konsumsi nikotin, alkohol, dan kafein. Zat kimia yang merangsang seperti nikotin dan kafein bisa mencegah datangnya rasa kantuk. Sedangkan alkohol bisa membuat Anda terbangun di tengah malam. Ini dapat mengurangi kualitas tidur Anda.

* Cobalah untuk berolahraga secara teratur. Namun, jangan berolahraga terlalu dekat dengan jam tidur Anda, karena hal ini justru dapat merangsang kinerja tubuh dan membuat Anda malah bersemangat menjelang tidur. Para ahli menyarankan untuk memberi jarak setidaknya tiga jam antara olahraga dengan jam tidur Anda.

* Jangan menyantap makanan yang terlalu ‘berat‘ menjelang tidur. Sebaliknya, sedikit camilan sebelum tidur malah akan membantu Anda merasa mengantuk.

* Aturlah suasana tidur Anda senyaman mungkin. Pastikan suasananya mendukung tuntutan tubuh Anda. Jika Anda bermasalah dengan cahaya, redupkan lampunya. Jika suhu terlalu panas, maka gunakan kipas angin, dan seterusnya sampai Anda menemukan suasana yang paling nyaman.

* Hindari penggunaan tempat tidur untuk kegiatan lain, di luar tidur dan berhubungan intim dengan suami atau istri Anda. Misalnya, bekerja atau makan di atas tempat tidur. Dikhawatirkan aktivitas lain yang Anda lakukan sebelumnya di atas tempat tidur akan mengingatkan Anda pada berbagai aktivitas lain yang belum Anda kerjakan.

* Carilah rutinitas yang dapat membantu Anda merasa tenang dan rileks sebelum tidur, seperti mendengar musik atau membaca buku.

* Jika Anda tidak tetap tidak bisa tidur atau bahkan tidak merasa mengantuk, bangunlah dan kerjakan aktivitas lain. Tapi usahakan, aktivitas lain itu tidak terlalu merangsang semangat. Lakukan aktivitas itu sampai Anda merasa mengantuk.

* Jika Anda sering terjaga dari tidur dan mengkhawatirkan tentang hal-hal kecil, cobalah untuk membuat daftar kegiatan yang harus dilakukan, sebelum tidur. Ini akan membantu Anda melepaskan rasa resah tersebut. (Diambil dari Republika.Co

p 89EKCgBk8MZdE Jurus Mengatasi Insomnia

Senin, 19 Maret 2012

API DAN ASAP



Suatu ketika ada kapal tenggelam akibat diterjang badai. Tak ada penumpangnya yang tersisa, kecuali seorang pria yang berhasil mendapatkan pelampung. Namun nasib baik belum seutuhnya berpihak pada pria itu. Dia terdampar ke sebuah pulau kecil tak berpenhuni. Sendiri, tanpa bekal makanan.

Orang itu berdoa minta kepada Tuhan minta diselamatkan. Usai berdoa, ia pandangi penjuru cakrawala, sambil berharap semoga ada kapal yang dating. Tapi tak ada tanda-tanda ada kapal yang diharapkan tiba. Ia berdoa lagi lebih khusuk. Kemudian, menatap jauh ke laut lepas. Tidak ada kaapal dating. Sekali lagi pria itu berdoa, tapi tak ada juga kapal yang diharapkan. Ya, pulau tempatnya terdampar terlalu kecil. Hamper tidak ada kapal yang lewat di dekatnya.

Akhirnya, pria itu tidak berdoa lagi, ia telah lelah berharap. Lalu, ia menghangatkan badan. Dikumpulkannya pelepah nyiur yang berserak untuk membuat perapian dengan memanfaatkan bebatuan dan sinar matahari.  Setelah tubuhnya terasa nyaman, pria itu membuat rumah-rumahan untuk sekedar melepas lelah. Disuunnya semua pelepah nyiur dengan cermat agar bangunan itu kokoh dan dapat bertahan lama.

Keesokan harinya, pria itu mencari makanan. Dicarinya buah-buahan untuk mengganjal perutnya yang lapar. Semua pelosok dijelajahainya hinga kemudian ia kembali ke gubuknya. Namun, ia terkejut, semuaanya telah hangus terbakar dan rata dengan tanah, hamoir tak tersisa. Gubuk itu terbakar karena ia lupa memadamkan perapian. Asap membumbung tinggi ke angkasa, dan hilanglah kerja keras semalaman.

Pria itu berteriak marah, “Tuhan, mengapa Kau lakukan ini padaku, mengapa… ? Mengapa… ?” teriakannya melengking menyesali nasib.
Tiba-tiba terdengar suara peluit, Teeettt…. Teettt…. ! Ternyata itu suara sebuah kapal yang sedang mendekat. Kapal itu merapat ke pantai, dan beberapa orang turun menghampiri pria yang sedang menangisi gubuknya itu. Tentu saja pria itu terkejut. “Bagaimana kalian bisa tahu kalau aku ada disini  ?” tanyanya penuh keheranan. “Kami melihat symbol asapmu” jawab salah seorang awak kapal. Teman, itulah kita. Kita adalah orang yang manja dan pemarah saat ditimpa musibah. Bahkan, selalu menilai bahwa nestapa yang kita terima adalah penderitaan yang begitu berat dan tak pernah dirasakan oleh siapapun. Itulah sebabnya kenapa kita begitu mudah mengeluh, mudah marah, bahkan mengumpat.
Teman, tentu sikap itu tidak tepat. Seharusnya, musibah tidak boleh membuat kita kehilangan hati kita. Tuhan harus selalu ada di hati kita, walau dalam keadaan yang paling berat sekalipun. Sebab, Tuhan itu tidak pernah tidur. IA tahu betul kegelisahan dan jeritan umatnya, jeritan hati kita. Dia Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dan kashNYA selal dating kepada kita, pada saat dan dengan cara yang tidak disangka-sangka. Namun sering kita terlalu kerdil untuk memahaminya. (Eyang – P. Yon – 01032012)

AKTIFITAS UNTUK PARA SENIOR AGAR OTAK TETAP TOKCER

- Sebuah riset terbaru yang melibatkan hampir 7.000 pegawai negeri sipil Inggris mengungkapkan bahwa fungsi otak manusia akan menurun setelah memasuki usia 45 tahun. Temuan ini sekaligus membantah riset sebelumnya yang menyebutkan bahwa fungsi otak menurun pada usia 60 tahun.

Dr Michael Merzenich, profesor emeritus dari University of California, San Francisco Amerika Serikat, mengatakan, penurunan fungsi otak pada perempuan cenderung lebih lambat ketimbang pria karena perbedaan hormonal. Tapi apabila wanita telah melalui masa menopause, penurunan kognitifnya lamban laun akan setara dengan laki-laki memasuki usia 65 tahun, kata Merzenich.

Merzenich, yang juga CEO Scientific Learning Corporation dan Posit Science, telah mempelajari plastisitas otak selama bertahun-tahun. Perusahaannya telah mengembangkan program perangkat lunak untuk menguji dan memperkuat otak - semacam alat untuk "olahraga otak" dan dia menyamakan dengan latihan untuk tubuh. Plastisitas otak (neuroplasticity) adalah kemampuan otak melakukan reorganisasi dalam bentuk adanya interkoneksi baru pada saraf

"Anda benar-benar dapat melatih otak secara sistematis untuk menyempurnakan dan memperkuat kemampuannya dengan bentuk latihan intensif," katanya.

Merzenich mengatakan bahwa ada cara yang lebih sederhana untuk membantu meningkatkan fungsi otak, termasuk daya ingat, pengolahan, dan persepsi melalui kegiatan sehari-hari berikut ini:

1. Membaca

Selain memperluas wawasan dan informasi, membaca juga dapat membantu meningkatkan fungsi otak. Riset 2009 yang dilakukan para ahli di Mayo Clinic menunjukkan bahwa membaca memberikan pengaruh positif khususnya pada orang dewasa setengah baya dan lebih tua. Membaca buku dan kegiatan kognitif lainnya dapat menurunkan risiko gangguan kognitif ringan (MCI), yang berhubungan dengan penyakit Alzheimer.

2. Berjalan dan melihat sekitar


Mengasah fungsi otak bisa dilakukan dengan cara yang sederhana, misalnya berjalan. Cobalah berjalan di sekitar lingkungan rumah Anda dan rekam semua yang Anda lihat. Setelah sampai di rumah, rekonstruksikan kembali secara rinci rute perjalanan dan segala macam hal yang Anda lihat.

"Ini adalah bentuk latihan mental yang sangat penting karena membuat mesin otak kita tetap hidup," kata Merzenich

3. Belajar sesuatu yang baru

Melakukan sebuah aktivitas yang baru dan belum pernah Anda lakukan sebelumnya terutama yang merangsang kerja otak patut Anda coba. Bermain catur atau mengisi TTS (teka teki silang) adalah salah satu bentuk permainan yang cukup menantang fungsi kognitif Anda. "Otak adalah mesin belajar dan pada dasarnya perlu belajar baru," katanya.

4. Ikut kegiatan sosial

Ikut terlibat dalam setiap kegiatan sosial sehari-hari sangat penting tidak hanya untuk menjauhkan Anda dari rasa kesepian tetapi juga untuk melatih bagian terpenting dari otak yang didedikasikan untuk kognisi sosial.

"Terlibat dalam sebuah kegiatan sosial sangat bernilai. Cara ini terbukti baik untuk kesehatan otak Anda," katanya.